Bagi sebagian orang, memasukkan sepatu kotor ke mesin cuci sudah menjadi kebiasaan karena dianggap lebih praktis. Ya, cukup memasukkan sepatu, menambahkan deterjen, lalu menunggu hingga proses pencucian selesai tanpa repot. Namun, di balik kepraktisan tersebut, mencuci sepatu dengan mesin cuci ternyata menyimpan resiko yang tidak disadari.
Perlu Anda tahu bahwa tidak semua sepatu dirancang untuk menghadapi putaran mesin, gesekan yang berulang, dan paparan air selama proses pencucian. Kondisi ini dapat memengaruhi kekuatan perekat, bentuk sepatu, hingga kualitas material tertentu, terutama jika metode pencuciannya tidak sesuai.
Lantas, mengapa mencuci sepatu dengan mesin cuci kurang disarankan meskipun terlihat lebih mudah dan hemat waktu? Ada beberapa hal penting yang perlu Anda pahami sebelum ikut menggunakan cara pencucian ini.
Apa Resiko Mencuci Sepatu dengan Mesin Cuci?

Mencuci sepatu menggunakan mesin cuci memang terlihat praktis, tetapi metode ini tidak selalu cocok untuk semua jenis sepatu. Putaran mesin, gesekan, dan paparan air dapat mempengaruhi kondisi sepatu, apalagi jika produk tersebut tidak dirancang untuk dicuci dengan cara ini.
Ada beberapa resiko yang bisa muncul ketika Anda mencuci sepatu dengan mesin cuci, di antaranya:
1. Perekat Sol Sepatu Bisa Melemah
Sol sepatu umumnya direkatkan menggunakan bahan perekat khusus yang dirancang untuk menahan tekanan. Namun, paparan air berulang, suhu yang terlalu tinggi, serta gerakan mesin yang kuat dapat mempengaruhi daya rekat tersebut.
Ketika perekat mulai melemah, bagian sol bisa terlihat sedikit terangkat, terutama di area ujung depan atau sisi sepatu. Kondisi ini mungkin tidak langsung terlihat setelah sepatu dikeluarkan dari mesin cuci.
Kerusakan pada perekat sol juga dapat membuat sepatu lebih rentan mengalami kerusakan yang lebih parah. Air dan kotoran bisa masuk melalui celah yang terbentuk, sehingga bagian dalam sepatu lebih sulit dibersihkan dan dikeringkan.
2. Bentuk Sepatu Berisiko Berubah
Selama proses pencucian, sepatu dapat mengalami benturan dan gesekan dengan dinding tabung maupun barang lain di dalam mesin. Tekanan tersebut berpotensi mempengaruhi bentuk sepatu, terutama pada bagian ujung, tumit, dan struktur penyangga yang relatif kaku.
Perubahan bentuk mungkin tidak langsung terlihat setelah sepatu selesai dicuci. Ketika material mengering dalam posisi yang tidak tepat, bagian tertentu dapat menjadi berkerut, penyok, atau kehilangan bentuk semula.
Selain mengurangi nilai estetika, perubahan bentuk juga mempengaruhi kenyamanan ketika sepatu digunakan kembali. Bagian depan yang menyempit atau bantalan yang berubah posisi, misalnya, bisa membuat kaki terasa lebih tertekan.
3. Material Sepatu Bisa Rusak
Dampak lain dari mencuci sepatu dengan mesin cuci adalah kerusakan pada material sepatu. Anda perlu tahu bahwa tidak semua bahan sepatu memiliki ketahanan yang sama terhadap air, gesekan, dan proses pencucian mekanis.
Material seperti suede, nubuck, dan kulit alami membutuhkan penanganan yang berbeda. Misalnya, saat mencuci sepatu lari berbahan suede dan nubuck, paparan air yang tidak merata dapat meninggalkan bercak atau mengubah tekstur permukaannya.
Sementara itu, material kulit tertentu bisa menjadi kaku, mengalami perubahan warna, atau kehilangan kelembaban alaminya jika dicuci dengan cara yang keliru. Nantinya, kerusakan material seringkali membutuhkan penanganan berbeda, dan bukan tidak mungkin Anda akan keluar lebih banyak biaya.
4. Warna Sepatu Berpotensi Memudar

Gesekan selama pencucian dapat mempengaruhi lapisan pewarna pada sepatu tertentu, terutama jika warnanya kurang tahan terhadap air atau bahan pembersih yang digunakan. Resiko ini juga dapat meningkat ketika sepatu dicuci bersama pakaian berwarna yang bisa melunturkan warnanya. Akibatnya, warna sepatu bisa terlihat tidak merata atau muncul noda yang sebelumnya tidak ada.
Masalah tersebut biasanya lebih mudah terlihat pada sepatu berwarna gelap, sepatu dengan kombinasi beberapa warna, atau model yang memiliki detail dekoratif. Bagian yang sering bergesekan dapat terlihat lebih kusam dibandingkan area lainnya.
Untuk mengurangi resiko tersebut, Anda perlu memperhatikan petunjuk perawatan dan tidak mencampur sepatu dengan cucian lain secara sembarangan. Jika ingin membersihkan noda pada bagian tertentu, gunakan metode yang sesuai.
5. Bagian Dalam Sepatu Sulit Kering Sempurna
Satu lagi alasan kenapa mencuci sepatu dengan mesin cuci kurang disarankan adalah bagian dalam sepatu susah kering sempurna. Sepatu memiliki sejumlah bagian yang sulit dijangkau udara secara langsung, seperti ruang di bawah insole, bantalan tumit, dan lapisan dalam.
Setelah dicuci menggunakan mesin, bagian-bagian tersebut dapat menyimpan kelembapan lebih lama daripada permukaan luarnya. Akibatnya, sepatu yang terlihat kering dari luar belum kering di bagian dalam.
Kondisi lembab yang bertahan terlalu lama dapat memicu bau tidak sedap dan mendukung pertumbuhan jamur jika lingkungan juga mendukung. Masalah ini terutama perlu diperhatikan pada sepatu dengan bantalan tebal atau lapisan dalam yang menyerap banyak air.
Ingin Merawat Sepatu dengan Hasil Optimal? Serahkan pada KAME!

Berbagai resiko tersebut menunjukkan bahwa mesin cuci pada umumnya bukan pilihan yang selalu tepat untuk membersihkan sepatu, meskipun penggunaannya terlihat lebih praktis. Nah, jika Anda ingin merawat sepatu dengan hasil yang lebih optimal, KAME siap membantu.
KAME Jogja menyediakan layanan perawatan dan cuci sepatu dengan peralatan khusus. Tidak hanya itu, KAME juga menggunakan sabun cuci sepatu khusus sehingga noda membandel pada sepatu akan hilang, warna sepatu tetap pekat dan sepatu kembali wangi.
Jadi, tunggu apalagi. Untuk urusan perawatan sepatu kesayangan Anda, selalu percayakan KAME!