Bahan Tas Nylon Apakah Anti Air? Simak Tips Perawatannya!

Nylon bag, Sumber: pexels.com

Tas nylon banyak dipilih karena bobotnya ringan, cukup kuat untuk penggunaan sehari-hari, serta tidak terlalu sulit dalam perawatannya. Karakter tersebut membuat nylon sering digunakan sebagai material berbagai jenis tas. 

Namun, ada satu hal yang kerap membuat calon pengguna penasaran, apakah bahan tas nylon anti air dan aman ketika terkena hujan? Pertanyaan tersebut ternyata tidak bisa dijawab hanya dengan “ya” atau “tidak”. 

Tingkat ketahanan air pada tas nylon dapat berbeda tergantung jenis material, lapisan pelindung, hingga proses finishing yang diterapkan pada tas. Jadi, meskipun permukaan nylon cenderung mampu menghadapi cipratan air, bukan berarti semua tas nylon memiliki kemampuan yang sama dalam menahan air.

Lantas, seberapa tahan air sebenarnya bahan tas nylon dan bagaimana cara merawatnya agar tetap awet? Yuk, simak pembahasan selengkapnya untuk mengetahui karakteristik nylon serta tips perawatan yang tepat. Agar, tas tetap nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.

Bahan Tas Nylon Apakah Anti Air?

Tas dari bahan nylon, Sumber: pexels.com
Tas dari bahan nylon, Sumber: pexels.com

Bahan tas nylon apakah anti air? Jawabannya, nylon memang memiliki sifat tahan terhadap air sehingga cukup sering digunakan untuk membuat tas yang dipakai dalam berbagai aktivitas. 

Namun, bukan berarti semua tas berbahan nylon otomatis anti air atau waterproof. Tingkat ketahanannya terhadap air dapat berbeda, tergantung pada jenis nylon, proses pembuatan, serta lapisan tambahan yang digunakan pada tas.

Karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara nylon yang sekadar tahan air dan tas yang benar-benar memiliki perlindungan waterproof.

1. Nylon Memiliki Sifat Tahan Air

Serat nylon dikenal memiliki karakteristik yang relatif sulit menyerap air karena struktur seratnya memiliki daya serap kelembapan yang rendah. Sifat tersebut membuat bahan nylon cukup tahan terhadap percikan atau paparan air ringan, sehingga banyak digunakan untuk berbagai produk tas, pakaian, dan perlengkapan luar ruangan. 

Namun, perlu dipahami bahwa tahan air atau water-resistant tidak sama dengan kedap air atau waterproof. Pada tas berbahan nylon, sifat tahan air berarti material mampu memperlambat masuknya air dalam kondisi tertentu, bukan sepenuhnya menghalangi air. 

Jika terkena air dalam jumlah banyak, tekanan air tinggi, atau terpapar dalam waktu lama, air tetap dapat meresap. Hal ini bisa terjadi melalui serat, jahitan, resleting, maupun bagian lainnya. Karena itu, tas nylon sebaiknya tetap mendapatkan perlindungan tambahan.

2. Tidak Semua Tas Nylon Memiliki Ketahanan Air yang Sama

Meski sama-sama menggunakan bahan nylon, bukan berarti setiap tas memiliki kemampuan yang sama dalam melindungi isi dari air. Tingkat ketahanannya dapat dipengaruhi oleh jenis nylon yang digunakan, kerapatan tenunan, hingga konstruksi material pada tas tersebut.

Karena itu, anggapan bahwa semua tas nylon otomatis anti air sebenarnya kurang tepat. Beberapa produk mungkin lebih tahan terhadap cipratan atau gerimis, sementara lainnya membutuhkan perlindungan tambahan. Tujuannya agar air tidak mudah meresap ke dalam material tas.

Apa yang Membuat Tas Nylon Lebih Tahan Air?

Lapisan waterproof tas nylon, Sumber: AI
Lapisan waterproof tas nylon, Sumber: AI

Tas nylon dikenal sebagai salah satu material yang ringan, kuat, dan cukup praktis untuk digunakan dalam berbagai aktivitas. Selain daya tahannya, bahan ini juga memiliki karakteristik yang membuatnya relatif mampu menghadapi paparan air. Itulah kenapa banyak digunakan untuk tas sehari-hari maupun kebutuhan luar ruangan. Namun, kemampuan tersebut bukan berarti setiap tas nylon sepenuhnya kedap air.

Lantas, apa yang sebenarnya membuat tas nylon lebih tahan terhadap air? Berikut ini beberapa faktor yang membuat tas nylon memiliki ketahanan terhadap air.

1. Lapisan Coating pada Material

Lapisan coating pada material berperan penting sama halnya dengan produk cuci sepatu dalam memberikan perlindungan tambahan. Salah satu jenis yang umum digunakan adalah coating berbasis PU (polyurethane). Bahan tas yang dapat membantu membuat permukaan material lebih tahan terhadap paparan air.

Meski begitu, kemampuan coating tidak selalu bertahan selamanya. Tergantung dari penggunaan secara terus-menerus, gesekan, paparan lingkungan, hingga perawatan yang kurang tepat. 

Hal yang tentunya dapat membuat kualitas lapisan perlahan menurun. Karena itu, memahami karakteristik coating sekaligus cara merawat material dengan benar penting dilakukan agar perlindungannya tetap optimal.

2. Kerapatan Tenunan Kain

Kerapatan tenunan kain menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan material dalam menahan air. Semakin rapat susunan benang pada kain, semakin kecil celah yang tersedia bagi air untuk melewati permukaannya. 

Karena itu, kain dengan tenunan yang lebih padat umumnya mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap percikan air. Dibandingkan kain dengan konstruksi yang lebih longgar.

Hal tersebut juga berlaku pada material nylon yang banyak digunakan untuk berbagai produk, termasuk tas dan perlengkapan luar ruangan. 

Nylon dengan konstruksi tenunan yang lebih rapat dapat membantu mengurangi terkena percikan atau hujan ringan. Meski demikian, tingkat perlindungan terhadap air tetap dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti jenis finishing atau coating pada permukaannya.

3. Jahitan dan Resleting Tas 

Ketika membahas ketahanan air pada tas, kain atau bahan utama bukan satu-satunya bagian yang perlu diperhatikan. Air juga dapat masuk melalui jahitan, sambungan antar panel, hingga area resleting yang memiliki celah kecil. 

Jika bagian-bagian tersebut tidak dirancang atau dilindungi dengan baik, air tetap berpeluang merembes ke dalam tas. Karena itu, kemampuan sebuah tas dalam menghadapi air tidak hanya ditentukan oleh jenis material yang digunakan. 

Konstruksi tas, termasuk kualitas jahitan, sambungan panel, dan desain resleting, turut berperan. Dengan kata lain, ketahanan air merupakan hasil kombinasi antara material dan konstruksi tas secara keseluruhan.

Bagaimana Menjaga Ketahanan Air Tas Nylon?

Merawat tas nylon, Sumber: pexels.com
Merawat tas nylon, Sumber: pexels.com

Tas nylon dikenal sebagai salah satu pilihan yang ringan, kuat, dan praktis untuk digunakan dalam berbagai aktivitas. Namun, meskipun memiliki karakteristik yang cukup tahan terhadap air, kemampuan tersebut tetap perlu dijaga agar permukaan tas tidak mudah menyerap kelembapan.

Lantas, bagaimana cara menjaga ketahanan air tas nylon agar tetap optimal? Berikut ini caranya.

1. Jangan Terlalu Sering Dicuci

Menjaga ketahanan air tas nylon tidak berarti harus sering mencucinya seperti menghilangkan bau apek tas. Pencucian berlebihan justru berpotensi mempengaruhi lapisan pelindung tertentu pada material yang membantu menahan air. 

Karena itu, sebaiknya tas dibersihkan berdasarkan tingkat kotorannya, bukan hanya karena sudah digunakan. Jika noda masih ringan, cukup lakukan pembersihan pada bagian yang kotor.

2. Gunakan Pelindung Tambahan Jika Diperlukan

Untuk tas nylon yang sering digunakan di luar ruangan, perlindungan tambahan dapat dipertimbangkan. Agar material lebih terlindungi dari paparan debu, kelembapan, atau kondisi lingkungan lainnya.

Namun, sebelum mengaplikasikan produk pelindung, pastikan formulanya memang aman dan dirancang khusus untuk material nylon. Agar, tidak menyebabkan perubahan warna, tekstur, maupun kerusakan pada permukaan tas.

3. Hindari Paparan Panas Berlebihan

Panas tinggi dapat mempengaruhi kondisi material sekaligus coating pada permukaan. Kondisi ini berisiko menyebabkan perubahan tekstur, warna, atau daya perlindungannya. 

Karena itu, hindari penggunaan alat pengering bersuhu tinggi sebelum memastikan material tersebut memang tahan terhadap panas. Gunakan metode pengeringan yang sesuai agar kualitas dan ketahanan material tetap terjaga.

Bahan tas nylon tidak selalu sepenuhnya anti air, tetapi memiliki karakteristik yang cukup tahan terhadap percikan dan kelembapan. Tingkat ketahanannya bergantung pada jenis nylon, kepadatan serat, serta lapisan pelindung yang digunakan. 

Oleh karena itu, perawatan dan penggunaan yang tepat tetap diperlukan agar tas nylon tetap awet dan mampu melindungi barang bawaan dari kondisi lembap.

Saatnya Berikan Perawatan Profesional untuk Tas Nylon di KAME Jogja!

Kame Shoes & Apparel Care, Sumber: dok pribadi
Kame Shoes & Apparel Care, Sumber: dok pribadi

Tas nylon yang sering digunakan tentu rentan terkena debu, noda, maupun kotoran yang membuat tampilannya kurang menarik. Agar kebersihan dan kondisi tas tetap terjaga, perawatan sebaiknya dilakukan dengan teknik yang tepat. 

KAME Jogja hadir dengan layanan bag treatment untuk membantu membersihkan dan merawat berbagai jenis tas secara lebih profesional.

Jadi, jangan biarkan tas nylon kesayangan semakin kusam karena kurang perawatan. Percayakan perawatan tas Anda kepada KAME Jogja dan nikmati layanan profesional untuk membantu mengembalikan kebersihan serta tampilan tas. 

Segera hubungi admin KAME Jogja atau kunjungi outlet terdekat untuk mendapatkan layanan perawatan tas sesuai kebutuhan Anda!